20 Orang Hilang Akibat Dua Kapal Tenggelam di Perairan Kalimantan Barat



Dua kapal tenggelam di perairan Kalimantan Barat akibat cuaca yang memburuk. Kejadian itu berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan, namun berada di beda lokasi. Nasib naas yang menimpa para awak di kedua kapal itu terjadi pada Minggu 7 April 2013. Satu kapal nelayan karam di perairan Muara Jungkat, dan satu kapal kargo juga tenggelam perairan Padang Tikar, Kubu Raya. Sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) hilang dalam peristiwa itu. Di Muara Jungkat Kabupaten Pontianak, sebuah kapal nelayan dengan muatan 10 orang, tenggelam terkena gelombang yang menghantam. Kapal lalu terbalik dan membuat para penumpangnya tenggelam. Kecelakaan juga menimpa KM Putra Segara Abadi di perairan Padang Tikar. Kapal kargo ini diawaki oleh 10 orang. Sama seperti di Muara Jungkat, kapal berukuran sedang ini juga diterjang ombak tinggi sehingga karam. “Cuaca buruk datang secara tiba-tiba. Karena sebelumnya cuaca bagus. Hanya pada tanggal 7 itu ada angin puting beliung. Dan angin kencang juga. Ada puting beliung, membuat ombak tinggi. Pada saat tanggal 7 itu cuaca bagus, tapi anginnya kencang hingga menengegelamkan kapal,” ujar Koordinator Tertib Bandar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak, M Arif H, kepada Aktual.co, Senin (8/4). Arif mengatakan, sejak tanggal 6 hingga 8 April ini cuaca memang bersahabat. “Dilihat dari BMKG per tanggal 5 gelombang hanya 0,3 sampai 0,5 meter saja. Dan sampai tanggal 8,” ucapnya. Arif menjelaskan, akibat cuaca buruk itu pihaknya menunda keberangkatan sejumlah pelayaran. “Akibat ada puting beliung, membuat ombak tinggi. Pada Tannggl 7 kita tunda pemberangkatan, termasuk kapal penumpang Farina Nusantara. Harusnya berangkat tadi malam. Baru berangkat siang jam 12 tadi. Gelombang malam dua meter. Cuma Farina Nusantara, hanya satu kapal saja. Izin secara lisan saja. Dan diterima, kita informasi tidak melalui surat. Beberapa hari ke depan tetap berangkat. Belum ada warning dan larangan. Kapal Express lewat sungai kita anjurkan,” jelasnya. “Sejak itu juga kita sudah melakukan ijin lisan, artinya tidak melalui surat. Berapa hari kedepan cuaca bagus. Hingga saat ini memang gak ada larangan bagi semua pelayaran,” katanya. Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Pontianak, Erika Mardiyanti, mengatakan, sesuai pemantauan NOAA cuaca buruk memang melanda perairan di Kalimantan Barat. “Dalam seminggu kedepan ada potensi tinggi gelombang 2,5 meter. Karena, gelombang nya cuaca buruk, itu sesuai pantauan NOAA. Karena daerah tekanan rendah itu lah akibat cuaca buruk. Hal itu juga tergantung daerahnya juga,” ujar dia pada Aktual.co, Senin 8 April 2013. (Sumber : /www.aktual.co)

Lihat Semua Berita >>