Kapal Pengangkut Tiang Beton Tenggelam Enam ABK Hilang



KM Tajrul Fallah yang mengangkut tiang beton jaringan listrik dari Kandang Babi, Pulau Nunukan tujuan Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Selasa (30/7/2013) dinihari sekitar pukul 01.00 tenggelam di Perairan Batu Lamampu, perbatasan Republik Indonesia-Malaysia. Samsul (22) seorang anak buah kapal (ABK) ditemukan selamat sekitar 10 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal. Sementara enam ABK masing-masing Said (38), Hendra (23), Fairus (29), Noval (28) dan dua yang belum diketahui identitasnya, hingga kini masih dalam pencarian. Samsul setelah ditemukan selamat, langsung dibawa ke Pos Angkatan Laut Sungai Taiwan, Pulau Sebatik. Kepala Badan SAR Nasional Nunukan, Oktavianto mengatakan hingga kini pihaknya bersama TNI Angkatan Laut dan Polisi Air Udara dibantu perusahaan, masih melakukan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal tersebut. "Kita fokus cari yang hilang dulu. Masih enam orang. Yang selamat baru satu orang. Yang selamat tadi ikut menunjukkan lokasi terakhir. Cuma dia agak shock, kedinginan sempat lama," ujarnya. Dijelaskan, kronologis kejadian bermula saat kapal bertolak dari Kandang Babi tujuan Nunukan. Diperkirakan pukul 01.00 Noval menghubungi Gufron selaku pemilik kapal. Ia menginformasikan jika kapal sudah mulai karam karena dihantam angin. Diperkirakan kapal tenggelam di Bagan Pancang Biru atau sekitar Gusung Selat Makassar. Sekitar pukul 10.00 pagi tadi, Basarnas mendapatkan informasi dan langsung melakukan pencarian. Sebanyak 3 unit kapal dikerahkan untuk melakukan pencarian. Kapal-kapal tersebut masing-masing milik Basarnas sebanyak 1 unit LCR, Lanal Nunukan melibatkan KRI, dan kapal sewaan pemilik kapal. Oktavianto mengatakan, jika para ABK tersebut menggunakan life jacket mereka diperkirakan selamat dan hanyut masuk ke perairan Indonesia. Namun jika mereka tidak menggunakan life jacket, kemungkinan mereka berada paling jauh 10 kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal di Batu Lamampu. "Waktu kapal bergerak, dia keluar memutar gusung. Tidak mungkin ambil pesisir karena dangkal. Dia keluar dulu, baru dia ke Sungai Nyamuk. Kalau hanyutnya paling jauh masuk Selat Makassar. Tidak sampai ke Malaysia karena kecepatan air tidak sampai dua knot," ujarnya. Pencarian korban hingga kini masih dilakukan. Jika hari ini tak ditemukan, pencarian akan dilanjutkan esok hari. "Kita maksimal tiga sampai tujuh hari melakukan pencarian kalau belum ketemu. Kalau ketemu hari ini syukur," ujarnya.(Sumber : Tribunnews.com)

Lihat Semua Berita >>